Image


Kemanusiaan Pada Karya Basoeki Abdullah

Tepat pada awal Maret kali ini Pandemic Covid-19 genap satu tahun menyambangi Indonesia. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku di berbagai daerah, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Museum Basoeki Abdullah untuk tetap memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas.

Museum Basoeki Abdullah mengadakan Seminar Nasional dengan tema Kemanusiaan Pada Karya Basoeki Abdullah, pada hari Kamis, 5 Maret 2021. Seminar yang diadakan secara daring turut mengundang narasumber dan ahli dibidangnya masing-masing yaitu, Mikke Susanto dan Pug Warudju. Serta Kartum Setiawan, sebagai moderator pada kegiatan seminar ini.

Seminar juga diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari berbagai kalangan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Zoom yang juga dapat disaksikan dengan live streaming di Youtube channel Museum Basoeki Abdullah.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Ibu Dra. Maeva Salmah, M.Si selaku Kepala Museum Basoeki Abdullah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah seminar pertama yang diadakan pihak museum tahun 2021. Tidak hanya seminar, museum juga mengadakan acara lain seperti Penyuluhan, Pameran, dan Lokakarya yang tentu saja semua dilakukan secara daring.

Dilanjutkan dengan moderator mengambil alih acara untuk membuka sesi materi seminar dengan membacakan riwayat hidup para narasumber secara singkat dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Dalam materinya, Bapak Mikke membawakan tema Proses Kreatif Basoeki Abdullah Melukis Model. Beliau menjelaskan bahwa Basoeki Abdullah beranggapan model sebagai partner yang mengalami transformasi nilai keindahan, seperti halnya alam & benda kosmos lainnya. Basoeki Abdullah juga memiliki modal kultural & eksistensial yang kuat, misalnya saat melukis keluarga kraton solo sebagai model.

Sesi materi dilanjut oleh narasumber berikutnya, Bapak Pug Warudju yang membawakan materi tentang Emosi Kemanusiaan Basoeki Abdullah Pada Karya-Karyanya. Beliau menjelaskan bahwa kehidupan sosial ekonomi  Basoeki Abdullah yang mapan mendukung mobilitasnya untuk berburu obyek lukisan secara langsung  baik lanskap, figur manusia, dan peristiwa-peristiwa yang menampung emosinya untuk mengartikulasikan nilai-nilai dan aspirasi kemanusiaan, potret-potret kehidupan kaum jelata.

Selesai dengan materi, seminar di lanjut dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh moderator dan seminar di tutup kembali oleh Kepala Museum Basoeki Abdullah.