Museum Basoeki Abdullah Gelar Seminar Bertajuk “Rekontekstualisasi Mitos di Era Digital”


LOKASI : Museum Basoeki Abdullah, Jl.Keuangan Raya No.19 Jakarta Selatan
STATUS KEGIATAN : Finished

Menggunakan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat terhadap seni dan museum.

Jakarta-Museum Baseoki Abdullah. Museum Baseoki Abdullah mengadakan Seminar dalam rangka pendukungan kegiatan Pameran Hasil Kompetisi Re-Mitologisasi Baseoki Abdullah Art Award yang bertajuk “Rekontekstualisasi Mitos di Era Digital” Selasa, (22/10/2019).

Adapun seminar ini diikuti oleh sejumlah tokoh-tokoh pemerhati seni, museum-museum, satuan pendidikan, perguruan tinggi, siswa/I SMA, dan sejumlah guru-guru baik SMP maupun SMA.

Pembicara pertama, Head of Education and Public programs Museum MACAN, Aprina Wuwanti, membawakan materi tentang “Museum Seni Di Era Digital; Menjangkau Masyarakat dengan Konten dan Teknologi”. Ia berharap agar melihat teknologi sebagai teman bukannya lawan. Dimana harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada dan mengemasnya secara kreatif sehingga mampu menarik minat pengunjung khususnya kaum generasi Z dan generasi Alpha.

“Mari kita melihat teknologi sebagai teman bukan lawan. Kiranya pihak museum lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang ada dengan cara edukasi,” himbaunya.

Disamping itu, Direktur Kesenian Kemdikbud, Restu Gunawan, yang turut hadir sebagai salah satu pembicara menegaskan bahwa menjadi tugas semua orang untuk memperkenalkan museum kepada masyarakat luas melalui teknologi. Dengan demikian bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum dan menarik minat pengunjung.

“Sebisa mungkin manfaatkan platform-platform yang sudah ada agar lebih mengenalkan museum kepada masyarakat luas. Tentu saja ini bukan hanya menjadi tugasnya pihak ataupun pengelola museum.  Ini menjadi tugas kita semua untuk mengobarkan semangat di era digital ini,” tandasnya.



Foto Kegiatan