Basoeki Abdullah, Harta Tak Ternilai Yang Dimiliki Indonesia

Hari ini, tepat 102 tahun yang lalu, maestro lukis Indonesia, Basoeki Abdullah lahir di Desa Sriwedari, Surakarta (Solo) Jawa Tengah. Beliau merupakan putera kedua dari pasangan R. Abdullah Suryo Subroto dan Raden Nganten Ngadisah. Kakeknya adalah dokter Wahidin Sudirohusodo (1857-1917), salah seorang tokoh sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, pada awal tahun 1900-an. 

Bakat melukis Basoeki Abdullah terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryo Subroto. Seorang pelukis dan juga sempat mencatatkan namanya dalam sejarah seni lukis Indonesia sebagai salah satu tokoh Mooi Indie. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai senang menggambar orang, diantaranya adalah beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, dan Khrisnamurti.

Pada usia 10 tahun, Basoeki Abdullah telah melukis tokoh Mahatma Gandhi dengan menggunakan pensil diatas kertas yang hasilnya luar biasa untuk ukuran anak seusia itu. Pendidikan formal yang pernah ditempuh Basoeki Abdullah semasa kanak-kanak dan masa muda diperoleh di HIS (Hollands Inlandsche School), dan  kemudian dilanjutkan ke MULO (Meer Ultgebried Lager Onderwijs).

Pada tahun 1913 berkat bantuan Pastur Koch SJ., Basoeki Abdullah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Akademi Seni Rupa (Academie Voor Beldeende Kunsten) di Den Haag, Belanda dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun lebih 2 bulan dengan meraih penghargaan sertifikat Royal International of Art (RIA). Setelah dari Den Haag, Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti pelajaran semacam studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.

Sosok Basoeki Abdullah lantas semakin dikenal di dunia internasional karena karya-karyanya yang telah memenangkan kompetisi lukis bergengsi di Eropa, hingga terpampang dalam istana-istana raja dan presiden, maupun di ruang pameran bertaraf internasional. Belum lagi permintaan pribadi dari para raja maupun presiden untuk melukis sosok mereka secara pribadi. Kehidupan Sang Maestro Lukis Indonesia memang terbilang lebih lama dihabiskan di luar negeri. Terhitung hampir separuh hidup Basoeki Abdullah dihabiskan di Eropa hingga menjadi pelukis resmi Kerajaan Thailand. Pun dengan kenyataan tersebut tak berarti menghapus fakta bahwa Basoeki Abdullah adalah seseorang yang sangat mencintai Tanah Airnya, Indonesia.     

Karya-karya Basoeki Abdullah yang bertemakan pahlawan-pahlawan kebanggaan Indonesia, maupun sketsa perjuangan yang telah dibuatnya, adalah bentuk perjuangannya. Beliau juga terhitung merupakan seorang pendidik, yang turut mengajarkan seni lukis pada era penjajahan Jepang, melalui salah satu bagian dalam organisasi PUTERA, yakni Keimin Bunka Sidhoso. Begitupun kiprahnya yang mengharumkan nama sekaligus mengenalkan Indonesia di dunia internasional sebagai negara yang berbudaya tinggi, adalah perjuangannya bagi Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, Basoeki Abdullah adalah “duta budaya” yang diakui oleh diplomat-diplomat Indonesia.

Kehidupan Basoeki Abdullah yang gemilang harus diakhiri dengan tragis karena peristiwa terbunuhnya beliau oleh kawanan perampok pada hari Jumat, 5 November 1993. Basoeki Abdullah pun lantas dimakamkan di pemakaman keluarga Dr. Wahidin Sudirohusodo, di Mlati, Sleman, pada hari Minggu, 7 November 1993. Namun kematian tak lantas menghentikan perjuangan Basoeki Abdullah demi Bangsa dan Negaranya. Sebelum kematiannya, Basoeki Abdullah telah merubah isi surat wasiatnya, dimana ia berpesan untuk mendermakan lukisan-lukisan dan koleksi pribadi, beserta rumah kediamannya kepada Pemerintah Republik Indonesia, untuk dijadikan museum.

Berdirinya Museum Basoeki Abdullah merupakan bukti bahwa Basoeki Abdullah bukanlah sosok komersil seperti yang kerap dialamatkan kepadanya. Dengan berdirinya museum yang sangat diharapkannya tersebut, Basoeki Abdullah berharap agar para generasi penerus dapat mengambil pelajaran yang berharga, entah melalui karyanya maupun kiprahnya di dunia lukis. Apa yang diharapkannya pun kini terwujud. Melalui berdirinya Museum Basoeki Abdullah, masyarakat kini dapat mengenal Indonesia lebih jauh lewat sudut pandang yang berbeda, yakni melalui jalur seni dan budaya. Inilah warisan dari karya dan kehidupan Basoeki Abdullah yang begitu berharga bagi Indonesia.