Minum Kopi di Meulaboh Atau Syahid

Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keude Meulaboh atawa ulon akan syahid (besok pagi kita akan minum kopi di kota Meulaboh atau aku akan syahid),” itulah serangkaian kata mutiara singkat yang diucapkan oleh Teuku Umar, yang tertera di prasasti Desa Meugoe, Meulaboh, pada akhir perjuangannya. Kata-kata yang diucapkan oleh Sang Panglima tersebut dapat menunjukan kepada kita akan kebulatan tekadnya untuk berjuang membebaskan Meulaboh, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya.

Tekad dari pejuang kemerdekaan asal Aceh tersebut begitu mengilhami pelukis Basoeki Abdullah, sehingga menimbulkan kekaguman yang begitu mendalam di hatinya akan sosok yang juga merupakan suami dari pejuang Aceh lainnya, Cut Nyak Dien. Sedari kecil Basoeki Abdullah memang sangat mengidolakan pejuang-pejuang yang telah berjuang untuk membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah. Kekaguman tersebut yang lantas nantinya dituangkannya dalam kanvas, seperti keahliannya yang memang sudah diakui oleh dunia.

Ihwal pembuatan lukisan Teuku Umar, dan pahlawan-pahlawan nasional lainnya, tidak hanya karena faktor internal yakni rasa nasionalisme seorang Basoeki Abdullah, saja. Namun juga karena adanya faktor dorongan dari luar, yakni ketika beberapa pelukis lain mempertanyakan rasa nasionalisme Basoeki Abdullah akan perjuangan Bangsa. Anggapan tersebut menyeruak muncul dikarenakan saat itu Basoeki Abdullah dinilai hanya melukis Indonesia dari sisi yang indah-indah saja, dan tidak menyuarakan realita perjuangan Bangsa Indonesia pada saat itu.

Basoeki Abdullah menjawab prasangka dari beberapa pelukis tersebut dengan mengatakan bahwa perjuangan Beliau bukanlah dengan jalan mengangkat senjata. Namun Beliau berjuang dengan melalui jalur budaya, yakni dengan melalui jalan seni lukis, sehingga Indonesia dapat dikenal sebagai Negara yang berbudaya dan berkesenian yang tinggi. Saat itu, walaupun tengah belajar di Belanda, Basoeki Abdullah tetap mengikuti berita dan perkembangan perjuangan di Tanah Air, dan tetap berkarya sehingga nama Indonesia semakin dikenal di daratan Eropa, seiring dengan semakin harumnya nama Beliau di ranah lukis benua Eropa.

Lantas tindakan nyata apa yang dilakukan oleh Basoeki Abdullah untuk menjawab keresahan diantara beberapa pelukis yang tidak sejalan dengan pemikirannya? Basoeki Abdullah pun melukis para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah Teuku Umar. Melukis sosok Teuku Umar dan pejuang-pejuang lainnya merupakan salah satu bentuk tingginya rasa nasionalisme di diri Basoeki Abdullah, yang disampaikannya melalui karya seni bernilai tinggi.

Melalui lukisan-lukisan para pahlawan, Basoeki Abdullah ingin menyampaikan bahwa Ia bukanlah pelukis komersil yang hanya bisa melukis yang indah-indah saja, namun juga cinta dengan Tanah Airnya, dan peduli dengan perjuangan Bangsanya. Kini kita pun dapat mengetahui wajah-wajah para pejuang Bangsa yang telah dilukis oleh Basoeki abdullah, karena telah menjadi citra pengiring buku-buku tentang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, hingga sekarang. Tanpa dirasa, Ia pun telah turut mewariskan semangat perjuangan Bangsa milik para pahlawan kepada kita, para generasi penerus, untuk senantiasa mengisi dan menghargai kemerdekaan yang telah diraih dengan penuh perjuangan ini.