Biografi - Goresan Basoeki Abdullah Dalam Perjuangan Bangsa

Lebih dari sekadar pelukis Mooi Indie. Basoeki Abdullah sesungguhnya juga merupakan pejuang Bangsa.

Khalayak mengenal sosok Basoeki Abdullah sebagai pelukis Mooi Indie, sekaligus potretlisyang mumpuni sehingga karya-karyanya kini banyak tersebar di banyak museum, galeri, dan bahkan istana di dalam dan luar negeri. Tidak dapat dipungkiri, stigma tersebut muncul karena memang banyak karya Basoeki Abdullah yang menceritakan tentang keindahan alam Indonesia, tokoh negara, dan kecantikan wanita. Sehingga karya-karya Beliau yang menceritakan tentang perjuangan Indonesia di masa sebelum dan sesudah kemerdekaan kerap terabaikan dan tidak diketahui oleh masyarakat.

Semua berawal dari kekaguman Basoeki Abdullah kecil terhadap figur kakeknya, dr. Wahidin Sudirohusodo dan beberapa tokoh lainnya seperti Pangeran Diponegoro dan Mahatma Gandhi, yang telah mempengaruhi pemikiran Beliau hingga akhir hayatnya. Hal tersebut tampak dari kekagumannya yang dituangkan melalui hasil karya lukisnya. Selain itu Basoeki Abdullah juga turut mengagumi Bung Karno karena cita-citanya yang ingin mewujudkan Indonesia merdeka.

Sketsa Bung Karno karya Basoeki Abdullah

Jika kita menelisik sejarah Basoeki Abdullah turut berperan bagi Bangsa Indonesia dengan cara bergabung sebagai tenaga pengajar, terutama seni lukis, pada organisasi Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Dengan bergabung dengan organisasi ini, Basoeki Abdullah semakin memahami betapa sulitnya lika-liku politik. Sehingga Basoeki menyadari bahwa PUTERA merupakan sebuah tenaga awal yang dapat menjadi titik untuk memulai perjuangan, meskipun sebenarnya Ia tidak menyetujui dengan konsep yang terkandung dalam pendirian organisasi tersebut.

Pada masa-masa inilah Basoeki Abdullah kerap melukiskan perjuangan Bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Dua sketsa Basoeki Abdullah, yakni Sketsa Revolusi Perjuangan Indonesia (tahun pembuatan belum diketahui), yang dibuat sebanyak dua karya, secara keseluruhan menggambarkan proses perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Sketsa pertama menggambarkan proses perjuangan kemerdekaan Indonesia, mulai dari kedatangan sekutu di Indonesia, terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI), penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan antara Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan pemerintahan Belanda yang diwakili Sultan HB IX dan A. J. Lovink, hingga haru birunya Istana Merdeka saat Merah Putih dikibarkan. Sementara itu sketsa kedua menggambarkan suasana heroik pertempuran TNI, hingga elit-elit politik Indonesia saat itu. Kedua sketsa tersebut menjadi dokumentasi sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yang dikemas dengan cita rasa seni yang tinggi.

Sketsa Revolusi Perjuangan IndonesiaSelain itu Basoeki Abdullah adalah sosok yang gemar melukis tokoh-tokoh yang menjadi idolanya. Dalam hal perjuangan, Basoeki Abdullah tercatat telah melukis beberapa tokoh perjuangan seperti dr.  Wahidin Sudirohusodo, tokoh penggagas berdirinya Boedi Oetomo, yang juga merupakan kakeknya sendiri. Selain itu Basoeki Abdullah juga membuat lukisan Pangeran Diponegoro hingga Cut Nyak Dien, sehingga tanpa kita sadari bahwa kita mengenal sosok-sosok yang wajahnya tercantum dalam buku pelajaran sejarah tersebut justru karena lukisan Beliau. Selain itu sketsa Presiden Soekarno yang dibuat oleh Basoeki Abdullah saat berjumpa dengan sosok yang dikaguminya tersebut di Sukabumi tahun 1942, dibuatkan perangkonya oleh Perusahaan Percetaka Perkeba pada tahun 1965.

Basoeki Abdullah adalah sosok yang berjuang demi Bangsanya dengan cara tidak mengangkat senjata. Ia lebih memilih dengan cara yang dicintainya, yakni dengan goresan kuas. Benua Eropa pun sempat dibuat geger pada tahun 1948 ketika lukisan Beliau terpilih sebagai pemenang, mengalahkan 87 pelukis Eropa, saat diberlangsungkan sayembara lukis dalam rangka penobatan Ratu Juliana. Saat itulah daratan Eropa mengenal Basoeki Abdullah dan Indonesia, sebagai Negara yang berbudaya dan berseni tinggi.