"SEMESTA PEREMPUAN"

Sebagai rangkaian program kerja Museum Basoeki Abdullah pada tahun 2020 ini, Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan Pameran Seni Rupa Kontemporer, yang mengangkat tema perempuan yaitu “Semesta Perempuan”. Tema ini dipilih dengan perimbangan bahwa sebagian karya-karya Basoeki Abdullah memiliki spirit “keperempuanan” baik dalam konteks estetis, sensualitas hingga spiritual. Pameran ini juga untuk merayakan ketokohan Basoeki Abdullah dalam terus konsisten bekerja dengan karya karya seni lukisnya. Museum Basoeki Abdullah mengundang para perupa yang berkutat dengan karya-karyanya untuk meneguhkan atau bahkan mengembangkan tentang tema tersebut. Artinya, para seniman peserta diminta untuk berkarya dengan gaya, cara, penafsiran, isi dan narasi secara personal diri sendiri terhadap wacana tema dan bentuk pameran yang ditawarkan. Pameran diikuti 15 (lima belas) perupa dari berbagai wilayah di tanah air, yaitu Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Papua. Agustan, Afriani, Citra Sasmita, Erica Hestu Wahyuni, Ika Kurnia Mulyati, Guntur Wibowo, Indyra, Ponkq Hary Purnomo, Tubagus Patoni, Reza Pratisca Hasibuan, Syis Paindow, Ignasius Dicky Takndare, Prajna Deviandra Wirata, Mahdi Abdullah, Vikey Yordan. Kelimabelas karya yang dipamerkan semua merupakan karya seni lukis diatas kanvas dengan eksplorasi media yang beragam mulai dari cat minyak, cat akrilik, bolpoint. Begitu pula genre seni lukis yang menjadi pilihan seniman, sangat bervariasi mulai dari realisme, ekspresionisme, impresionisme hingga metarealis-surealisme. Karya yang dipamerkan sebagian besar merupakan karya terbaru, tahun 2020, yang khusus diciptakan perupa pada pameran ini dengan mengangkat berbagai dinamika sosial budaya yang tengah terjadi, termasuk didalamnya tema kemanusiaan: Pandemi Covid 19.

 

Pameran ini akan diselenggarakan pada tanggal 25 September hingga 25 Oktober 2020, dan direncanakan akan dilaksanakan dalam dua bentuk pameran yaitu Pameran Daring dan Pameran Luring (Pameran secara Fisik). Pameran secara fisik tentu diselenggarakan dengan memperhatikan standar protokoler kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Kurator Pameran Citra Smara Dewi dan Dian Ardianto. Dalam pengantar kuratorialnya, Citra Smara Dewi, menekankan pentingnya keterlibatan perupa-perupa luar Jawa Bali dalam pameran ini untuk memberi kesempatan perupa-perupa Nusantara menampilkan karya terbaiknya. Dengan berbagai ideologi dan latar belakang sosial budaya, kita dapat melihat bagaimana sosok perempuan hadir sebagai sumber inspirasi berkarya dari para seniman lintas kultural. Sementara itu menurut Kepala Museum Basoeki Abdulah, Dra. Maeva Salmah, M.Si, Perempuan sebagai sumber inspirasi jangan hanya sebagai objek, namun menjadi subjek dalam dirinya dan memiliki peran penting dalam Semesta alam. Terlebih di era Pandemi Covid 19 ini, Perempuan juga diharapkan sebagai Garda terdepan dalam menjaga menjaga keseimbangan kehidupan. Sebagai rangkaian kegiatan Pameran, akan dilaksanakan berbagai program edukasi publik, yaitu Artist Talk yang diadakan sebelum penyelenggaraan pameran dan saat pameran berlangsung, workshop seni rupa dan program pendukung lainnya.

 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

 

Citra Smara Dewi – Kurator (0811-1994-268)

 

Admin Museum Basoeki Abdullah (0812-9216-7586)